Ragamu
memang tak dapat kusentuh.
Otakku
kini terpenuhi memori tentangmu.
Bagaikan
sebuah oksigen yang selalu aku hirup tanpa henti.
Itulah
arti hadirmu dalam kehidupannku.
Ingin
aku memelukmu dan melepas semua rindu ini.
Meskipun
aku rasa mustahil dan tidak akan pernah terjadi.
Aku
mencoba memberontak dengan ego yang menghantuiku.
Namun
apa dayaku. Kau telah membiusku dan menghipnotisku dengan kasih sayangmu.
Untukmu
semua mungkin mudah dilupakan. Tapi tidak untukku.
Dirimu
dan semua kenangan yang sebentar itu akan selalu melekat erat di otakku.
Dan
semua gurauan, rayuan, serta gombalanmu aku selalu aku kenang.
Ingin
aku berlari sejauh mungkin untuk melupakanmu.
Namun
kau seolah menyuruh seluruh organ tubuhku untuk tidak bisa lepas darimu.