Senin, 25 Februari 2013

Bolehkah?


Hei…
Ada yang ingin aku tanyakan padamu.
Ehm, mungkin ini terlalu cepat.
Mungkin kau tidak mempercayainya.
Tapi, yang ingin aku tanyakan kali ini benar-benar berasal dari dalam lubuk hatiku.

Hei…
Aku ingin melihatmu tersenyum.
Ingin melihat matamu tersenyum saat melihatku.
Apakah permintaanku ini terlalu berlebihan?

Hei…
Kenapa aku tadi memanggil namamu saat aku hendak memanggil orang lain?
Kenapa selalu namamu yang hari ini selalu aku sebut?
Kenapa ini bisa terjadi?

Hei…
Untuk kali ini saja aku ingin mengatakan.
Untuk kali ini saja aku ingin bertanya.
Sekali seumur hidupku dan tak akan aku ulang lagi kalimat yang sama.

Hei,..
Kau memang tidak tampan.
Tapi aku tak melihat apa pun dari rupamu.
Bahkan aku sendiri tidak tahu mengapa ini bisa terjadi.
Percayalah, aku pun tak mengerti tentang hal ini.

Hei…
Inilah hal yang ingin aku tanyakan padamu.
Aku harap kau jangan menertawakan kebodohanku ini, ya.

Hei…
Bolehkah aku jatuh cinta padamu?

Minggu, 17 Februari 2013

Bukan Itu

Sebenarnya ini bukan tentang kesakitanku.
Bukan pula tentang khianatmu.
Bukanlah tentang arti keberadaanku selama ini.

Hanya saja, ini adalah proses menuju kedewasaan.
Langkah untuk menuju jalan yang sudah dipilihkan Tuhan.
Takdir yang mempertemukan kita di perjalanannya.

Sebenarnya ini bukan tentang kesalahanmu.
Bukan pula tentang kesalahanku.
Apalagi tentang kesalahan yang kita perbuat.

Hanya saja, ini tentang kebenaran yang ada.
Kebenaran yang hanya kita dan Tuhan yang tahu.
Kebenaran yang menyakitkan kita terlalu dalam.

Bukan ingin mengekang.
Bukan ingin mengurungmu terlalu jauh.
Bukan itu, Sayang....

Hanya saja, aku terlalu lemah.
Aku sudah letih berada di titian hampa.
Telah menemukan titik jenuhku.

Bukan tentang kau yang ingin  aku ceritakan.
Bukan pula tentang sakit yang kau atau aku torehkan.
Tapi ini tentang takdir yang mempertemukan kita.